Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Kenali Fase-Fase Demam Berdarah Dengue( DBD) Dan Pahami Ciri-Cirinya

Demam berdarah dengue ataupun demam berdarah( DBD) merupakan penyakit yang diakibatkan virus dengue, yang mayoritas ditularkan oleh nyamuk betina dari spesies Aedes aegypti. Beberapa permasalahan DBD juga diakibatkan oleh spesies Aedes berbeda, ialah Aedes albopictus. Tidak hanya DBD, nyamuk ini juga ialah vektor penyakit lain seperti cikungunya, Zika, dan demam kuning.

IMAGES
Gambar: dinkes.kalbarprov.go.id

Bagi Pusat Pengendalian dan Penangkalan Penyakit Amerika Serikat( CDC), hampir 40 persen populasi dunia ataupun sebanyak 3 miliyar tinggal di wilayah dengan resiko penularan demam berdarah.

CDC memperkirakan kalau ada 400 juta orang yang terinfeksi virus dengue tiap tahunnya. Penyakit ini lebih berisiko terjadi di wilayah tropis, Indonesia salah satunya.

Demam berdarah terjadi dalam beberapa fase kemunculan penyakit, ialah fase demam, fase kritis, dan fase pengobatan. Uraian lengkapnya dipaparkan di dasar ini.

1. Fase demam

Bersumber pada novel Dengue: Guidelines for Penaksiran, Treatment, Prevention and Control: New Edition dari Tubuh Kesehatan Dunia( World Health Organization) tahun 2009, fase demam ialah fase pertama yang bisa berlangsung dekat 2- 7 hari. Fase ini juga diiringi dengan beberapa indikasi penyerta seperti kemerahan pada wajah, perih di segala badan, sakit kepala, eritema kulit, mialgia, dan atralgia.

Demam besar pada fase ini umumnya tiba secara seketika. Setelah itu, pada fase ini DBD masih susah di untuk dideteksi, karena gejalanya mirip dengan beberapa penyakit lain pada fase dini demamnya. Apabila dicoba uji tourniquet dan setelah itu hasilnya positif, maka ini ialah tanda- tanda seorang terkena DBD.

Tidak hanya itu, pada fase demam ini masih susah dibedakan apakah DBD yang dialami parah ataupun tidak. Karenanya, pemantauan tanda- tanda lanjutan sangat berarti dicoba guna mengidentifikasi pertumbuhan ke fase kritis. Umumnya ciri ataupun indikasi mengarah DBD parah akan terjadi pada dekat akhir fase demam.

Baca Juga : Cara Menyembunyikan Status "Typing" di Whatsapp

2. Fase kritis

Fase kritis demam berdarah sering diawali saat fase demam dan umumnya berlangsung sepanjang 24- 48 jam. Ciri dini dari fase kritis merupakan terbentuknya penyusutan temperatur badan jadi dekat 37, 5- 38 derajat Celcius ataupun kurang dari itu pada saat fase demam.

Fase kritis umumnya terjadi pada dekat hari ke- 3 sampai ke- 7. Salah satu indikasi dini dari fase kritis juga merupakan kenaikan permeabilitas kapiler dan kenaikan kandungan hematokrit.

Sebagian besar penderita DBD akan membaik sepanjang fase kritis ini. Apabila membaik sehabis demam, maksudnya penyakitnya tidak parah. Akan namun, beberapa penderita yang lain bisa hadapi kebocoran plasma substansial. Hal ini bisa jadi akan tumbuh jadi DBD parah dalam beberapa jam akibat kenaikan permeabilitas kapiler.

Mengutip CDC, penderita yang hadapi kebocoran plasma berat bisa hadapi efusi pleura, asites, hipoproteinemia, ataupun hemokonsentrasi. Beberapa pendarahan parah seperti hematemesis, tinja berdarah, ataupun menoragia juga bisa dirasakan.

3. Fase penyembuhan

Apabila bertahan dari fase kritis sepanjang 24- 48 jam, maka penderita akan merambah fase pemulihan yang terjadi dalam 48- 72 jam selanjutnya. Pada fase ini, badan akan mulai kembali meresap cairan intravena ekstravasasi, maksudnya cairan yang keluar dari pembuluh darah akan kembali masuk ke dalam pembuluh darah.

Pada biasanya, keadaan penderita akan membaik dalam fase pengobatan ini karena nafsu makan akan kembali baik, indikasi gastrointestinal yang mereda, status hemodinamik jadi normal, terbentuknya diuresis, jumlah sel darah putih yang bertambah, dan pemulihan jumlah trombosit. Setelah itu, penderita bisa jadi hadapi ruam pada fase pengobatan. Ruam juga bisa hadapi deskuamasi dan pruritus.

Seperti itu fase demam berdarah yang berarti untuk dikenal. Penyakit ini masih jadi isu kesehatan global yang masih kerap melanda bermacam populasi. Karena Indonesia ialah negeri beriklim tropis, kita berisiko terkena DBD.

Oleh karenanya, jalani bermacam upaya penangkalan dengan melindungi kebersihan. Area yang bersih akan menghindari nyamuk pemicu DBD tumbuh biak. Senantiasa jaga kebersihan dan tetap waspada, ya!

Powered By NagaNews.Net